Pesona indah dari Pulau Weh Indonesia

Travelling kali ini kami akan berkunjung ke salah satu pulau destinasi yang sangat sangat menarik untuk di kunjungi yaitu Pulau Weh Indonesia tepatnya adalah ada di provinsi aceh bagian ujung barat indonesia. Ada yang bilang jika Anda seorang traveller dan ingin menikmati semua pulau yang ada di Indonesia maka pulau weh lah yang harus kunjungi pertama kali oleh Anda. Ufuk barat Perjalanan kami dimulai pagi buta menuju bandara soekarno hatta untuk bertemu dengan kawan – kawan yang telah menunggu. Aura sangat antusias pun tiba-tiba muncul ketika kita saling menyapa, ya ini karena kali ini kami sangat tertantang untuk menjelajahi salah satu pulau yang sangat indah yaitu Pulah weh atau bisa disebut juga dengan sabang.

Penerbangan akhir menuju bandara udara iskandar muda dari kota banda aceh setelah sebelumnya transit di bandara yang sangat fenomenal nan canggih di kota medan yaitu bandara kualanamu. Perjalanan terasa pendek dengan canda tawa bersama kawan-kawan, sesampainya di iskandar muda kami langsung menuju pelabuhan ferry untuk dapat segera menyebrang ke pulau weh, anttian di loket terlihat tidak panjang dan kami segera untuk mendapatkan tiket penyebrangan namun nahas, gelombang sedang kurang bersahabat sehingga kami harus menunggu di pelabuhan selama 3 jam sebelum akhirnya petugas mengumumkan bahwa ferry akan di berangkatkan segera.

Info:
Jadwal kapal feri Banda Aceh – Sabang:
– Senin, Selasa, Kamis, Jumat, pukul 14.00 WIB
– Rabu, Sabtu, dan Minggu, pukul 16.00 WIB
Harga tiket kapal Feri:
–  Kelas ekonomi: Rp 18.850, kelas eksekutif: Rp 46.750

Keindahan pulau weh indonesia

Kapal feri menuju pulau weh http://xtremeindonesia.com

Seluruh penumpang nampak bergegas dan petugas tampak siaga membantu mobil, truck dan kendaraan roda dua yang akan memasuki ferry. Perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam waktu 2 jam kini harus ditempuh selama 2,5 jam karena kami mendapatkan sedikit hantaman gelombang yg cukup besar sebelum kami sampai di pelabuhan kota sabang. Sesampainya di pulau weh kami langsung menuju kami telah dijemput oleh kawan kami yang bernama igor, bang igor akan memandu kami selama beberapa hari ke depan untuk memperlihatkan pesona pulau weh.

Pesona indah dari Pulau Weh Indonesia bagian 2

Selamat Datang di Pulau Weh Indonesia http://xtremeindonesia.com

Pesona pulau weh indonesia

Pulau weh indonesia http://xtremeindonesia.com

Kunjugan pertama kali kami di ajak untuk melihat tugu 0 km dimana tugu tersebut adalah salah satu tanda dimulanya km 0 di republik ini. Jalan aspal seukuran satu setengah kendaraan roda empat mengantarkan kami menuju lokasi, tugu 0 km terlihat agak sedikit tersembunyi di tengah rimbunya pepohonan.

Tugu 0 km pulah weh indonesia bagian 2

Tugu 0 km pulau weh 1 http://xtremeindonesia.com

Tugu 0 km pulah weh indonesia bagian 5

Tugu 0 km pulau weh 2 http://xtremeindonesia.com

Tugu 0 km pulah weh indonesia bagian 3

Tugu 0 km pulau weh 3 http://xtremeindonesia.com

Setelah puas berkunjung di tugu 0 km, melihat kearah utara nampak sebuah pulau yang kemudian kami ketahui menjadi akan menjadi tujuan kami esok lusa. Itulah pulau rondo yang sebenarnya merupakan pulau terujung di republik ini namun tidak berpenghuni. Dan kami pun menghabiskan waktu sore ini dengan menikmati sunset di barat terbarat indonesia sambil menikmati secangkir kopi khas aceh.

pulau rondo persiapan

Persiapan ke pulau rondo http://xtremeindonesia.com

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, pagi ini kami bersiap dan mengecek kembali semua peralatan selam masing masing. Perjalanan akan kami tempuh selama 2,5 jam, menuju pulau rondo. 25 menit lepas dari pulau weh, kapten memberikan pengumuman bahwa kapal akan berubah halauan dan kembali ke pulau weh dikarenakan gelombang tinggi yang tidak mungkin di tembus.

pulau rondo indonesia

pulau rondo indonesia http://xtremeindonesia.com

Kecewa bukan kepalang, tetapi semua kembali dibayar pada saat kami melakukan penyelaman di selatan pulau weh. Pemandangan bawah laut yang luar biasa perawan, mulai dari coral hingga beragam kehidupan biota laut dapat di jumpai disini. Kami mampir di pantai iboih utk melakukan surface interfal.
Hari berlalu begitu cepat, tanpa terasa kami sudah melakukan 3 kali penyelaman.

Pada hari ketiga kami memutuskan untuk berpergian untuk mengenan salah satu peristiwa yang sangat menyedihkan bagi warga Aceh yaitu monumen tsunami.

Monumen Tsunami Pulau Weh Indonesia

Monumen Tsunami Pulau Weh Indonesia http://xtremeindonesia.com

Dan sesampainya di dalam monumen pun kami melihat sebuah helikopter yang sudah rusak korban dari tsunami aceh yang terjadi tahun 2004 silam

Helikopter di monumen tsunami

Helikopter di monumen tsunami http://xtremeindonesia.com

Setelah mengenang tragedi tsunami pun kami berlanjut ke salah satu masjid yang tidak hancur oleh tsunami yaitu Masjid Raya Baiturrahman, masjid Raya Baiturrahman mencatat lembaran sejarah yang begitu melekat bagi masyarakat Banda Aceh. Masjid yang berada tepat di jantung Kota Banda Aceh ini menjadi tempat berlindung ribuan orang saat tsunami menyapu kota.

Masjid Raya Baiturrahman aceh

Masjid Raya Baiturrahman aceh http://xtremeindonesia.com

Masjir Raya Baiturrahman dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada 1022 Hijriyah/1612 Masehi. Masjid ini kemudian terbakar habis pada saat agresi militer Belanda kedua pada April 1873. Empat tahun setelah Masjid Raya Baiturrahman itu terbakar, pada pertengahan shafar 1294 H/Maret 1877 M, dengan mengulangi janji jenderal Van Sweiten, maka Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang telah terbakar itu. Pernyataan ini diumumkan setelah diadakan permusyawaratan dengan kepala-kepala Negeri sekitar Banda Aceh. Dimana disimpulkan bahwa pengaruh Masjid sangat besar kesannya bagi rakyat Aceh yang 100% beragama Islam.

Sore pun tiba, dan esok hari pun kami harus pulang ke jakarta . Jadi sebelum tibanya malam hari kami terakhir mengunjungi salah satu PLTD Apun

pltd apung weh indonesia

pltd apung indonesia http://xtremeindonesia.com

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung, kapal seberat 2.600 ton milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ini menjadi bukti keganasan gelombang tsunami. Kapal dengan panjang 63 meter dan luas 1.900 meter persegi ini terseret gelombang tsunami dari Pantai Ulee Lheue sejauh 5 Km. Kapal ini kemudian terdampar di Gampong Punge Blang Cut Kota Banda Aceh. PLTD Apung ini pada awalnya didatangkan ke Banda Aceh guna memenuhi kebutuhan pasokan listrik di kota tersebut sebesar 10,5 Megawatt. Pasalnya, saat terjadi konflik di Aceh, banyak menara listrik PLN yang dirobohkan sehingga pasokan listrik terganggu.

Tak terasa malam pun sudah tiba kami kembali ke hotel sambil berkumpul bersama teman – teman dan berbagi pengalaman betapa indah nya pemandangan bawah laut pulau weh, dan kami pun bersiap mengepack kembali semua peralatanuntuk kembali ke jakarta.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *